BERITA • Dinpertan Pangan • Sayung
PANEN JAGUNG; PIPILANMU PENGHASILANKU
February 6, 2024
Sayung – Jagung merupakan komoditas utama kedua setelah padi, secara budidaya umur tanaman sampai panen hampir sama sekitar 110 HST yang membedakan secara budidaya adalah padi tanam di MT 1 dan 2 sedangkan jagung tanam di MT 3 (menjelang kemarau) setelah panen padi yang biasanya petani menanam jagung setelah ada hujan pertama setelah panen padi.
Di Kecamatan Sayung tercatat ada luas tambah tanam di bulan November seluas 49 ha dengan prediksi akan panen di Februari ini, walau panen tidak bisa serempak tetapi memungkinkan memperoleh nilai ekonomis yang menguntungkan.
Diantara desa-desa yang terprediksi panen di bulan Februari adalah Jetaksari, Kalisari, Prampelan, Bulusari dan Dombo. Seperti pada saat ini PPL BPP Sayung melakukan pendampingan dan monitoring panen jagung hibrida varietas NK 212 di KT. Budi Utomo Desa Prampelan yang dalam proses perontokannya sudah memanfaatkan alsintan Cronseller. Mesin ini sangat efektif dan efisien membantu petani ditengah kondisi hujan dan panas tidak menentu maka perlu efisiensi, dan alsintan inilah solusinya.



Pada kesempatan itu kami menanyakan kepada petani tentang produksi dan harga jual, Masmui menyampaikan bahwa di lahan 600 m2 garapnnya menghasilkan 500 kg pipilan kering, jika dilakukan konversi maka didapatkan angka provitas 8,35 ton/ha, Dimana angka tersebut menurun dari panenan sebelumnya yang bisa mencapai 600 kg atau provitas 10,02 ton/ha, hal ini disebabkan masih menurut Masmui karena lahannya yang sering tergenang dan tidak bisa membuang air (istilah petani bacek).
Pada saat itu ternyata pipilan kering jagung sudah laku ditebas oleh pengepul desa dengan harga Rp. 7000,- per kg, harga jual yang cukup menguntungkan… Alhamdulillah. Semoga jerih payah petani dalam budidaya sebagai penyedia pangan terbayar setara dengan harga jual yang menjanjikan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani.. Pipilan keringmu adalah penghasilanku.
Sumber: BPP Kec. Sayung
Recent Comments