Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELDinpertan PanganKetahanan PanganSayung

Rakor Pendahuluan Ketahanan Pangan Tingkat Desa di Balaidesa Sidorejo

Dalam rangka mewujudkan amanat Presiden yang tertuang dalam Asta Cita, yaitu swasembada pangan demi tercapainya Ketahanan Pangan Nasional, Pemerintah Kecamatan Sayung melalui seksi Pemberdayaan Masyarakat (Permas) memprakarsai kegiatan Rapat Koordinasi (Rakor) Pendahuluan Ketahanan Pangan tingkat desa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Rabu, 7 Mei 2025, bertempat di Balaidesa Sidorejo, dan melibatkan lintas sektor terkait.

Hadir dalam rakor tersebut antara lain Korluh Hari Mul beserta PPL dari BPP Sayung yaitu Catur Hikmah, Indira, Irfan, dan Maryuti. Turut serta dalam kegiatan ini Kepala Desa dan Sekretaris Desa Sidorejo, Petugas Pendamping Desa, Koordinator Pendamping Desa tingkat Kecamatan, Staf Bagian Pemerintahan Kecamatan, serta Kasi Permas Kecamatan, Bapak Dwi Ritanta, SE yang sekaligus menjadi pengarah kegiatan. Dalam sambutannya, Bapak Dwi menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan program prioritas nasional yang pelaksanaannya perlu segera direalisasikan, salah satunya melalui pemanfaatan Dana Desa (DD) minimal 20% untuk kegiatan yang mendukung ketahanan pangan.

Berbeda dengan pendekatan sebelumnya, alokasi DD Ketahanan Pangan tahun ini difokuskan pada kegiatan yang menumbuhkan dan meningkatkan produksi pangan sesuai dengan potensi lokal desa, bukan pada pengadaan sarana produksi (saprodi). Sektor yang dapat dikembangkan meliputi pertanian, perikanan, maupun perkebunan, dan diharapkan dapat bersinergi dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) agar lebih berkelanjutan.

Dalam forum tersebut, PPL BPP Sayung turut memberikan masukan teknis berdasarkan pengamatan lapangan. Dari 20 desa di Kecamatan Sayung, sebanyak 11 desa masih memiliki potensi pertanian yang cukup kuat, sedangkan 9 desa lainnya telah beralih fungsi lahan menjadi kawasan tambak atau perikanan. Desa Sidorejo sendiri dinilai memiliki kiprah yang signifikan dalam pembangunan sektor pertanian. Hal ini tercermin dari pemanfaatan Dana Desa untuk kegiatan pertanian serta upaya aktif dalam pengajuan bantuan ke berbagai instansi seperti Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas PU, maupun Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Sebagai hasil dari rakor pendahuluan ini, telah disusun draft awal bentuk kegiatan yang akan dilaksanakan di Desa Sidorejo. Beberapa konsep kegiatan telah disepakati bersama, namun akan dipertajam kembali melalui rakor lanjutan yang lebih teknis dan mengerucut pada pembentukan kegiatan dan penentuan waktu pelaksanaannya.

Melalui sinergi yang solid antar pihak, diharapkan upaya peningkatan ketahanan pangan di tingkat desa dapat berjalan efektif dan memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat desa, khususnya di Desa Sidorejo.

Bagikan

Recent Comments