Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELKementerian Pertanian

Agar Penggemukan Kambing Berhasil Perhatikan 6 Kondisi

Cara menggemukkan kambing untuk kambing yang kurus, kambing jawa, kambing etawa dan semua jenis kambing lainnya pada prinsipnya sama.  Meskipun pada prinsipnya sama, penggemukan kambing sangat berbeda dengan penggemukan sapi,  karena  sapi sehari bisa nambah bobot 1 kg, sedangkan kambing, hanya sekian gram saja. Kambing PE saja hanya bisa bertambah 100 gram/hari, itu harus pakai ransum yang joss. Artinya, dari transaksi bisnis, gemuknya kambing kurang kelihatan.

Penggemukan kambing adalah memelihara kambing dengan sistem intensif maupun non intensif dengan memberikan ransum yang berkualitas untuk target kenaikan bobot harian yang diinginkan. Karena kambing bobotnya kecil, maka kenaikan bobot harian yang bisa diperoleh juga tidak banyak.

Penggemukan kambing kurus

Kambing yang kurus adalah kambing yang jaringan otot dan lemaknya sangat sedikit. Untuk kambing yang sangat kurus, kulit seperti menempel pada tulang – tulangnya sehingga, kita bisa melihat tulang kerangka yang seperti diselimuti kulit kambing, namun sampai parah seperti ini jarang terjadi. Jika kita mendapati ada kambing yang kurus, kemungkinan penyebabnya adalah kurangnya perawatan yang dilakukan oleh pemiliknya. Bisa jadi kambing sakit dibiarkan, sampai tidak mau makan. Atau memang karena malas mencari pakan sehingga kambing makan seadanya.

 Ciri – ciri kambing yang kurus bisa dilihat pada :

Secara kasat mata akan terlihat adanya tonjolan pada tulang belakang bagian atas,  tulang rusuk pada bagian iga dan apabila diraba sudah terasa tulang dan bagian dada jika dipegang langsung kena tulangnya, kambing kurus biasanya lemas dan lemah, apabila ditarik mudahi jatuh tersungkur serta bulu badannya kusam karena kambing yang gemuk bulu – bulunya terlihat lebih halus, rebahan (tidak berdiri) dan mengkilat (klimis).

Ada 6 kondisi yang perlu diperhatikan dalam penggemukan kambing sebagai berikut :

1). Menghilangkan segala parasit.. Perlakuan pertama yang harus dilakukan menghilangkan segala parasit yang ada di tubuh kambing. Parasit ini biasanya cacingan dan kutu yang ada pada kambing, yang bisa diobati dengan obat herbal atau obat kimia yang lebih cocok. Obat herbal bisa menggunakan buah pinang atau daun papaya, sedangkan obat kimia efeknya lebih cepat sehingga bisa langsung ke proses selanjutnya. Setelah parasit sudah dihilangkan dari kambing, maka pencegahan supaya parasite/cacing tidak kembali menyerang bisa digunakan obat herbal.

Obat cacing untuk kambing ini banyak sekali macamnya, dengan bahan aktif yang terdapat dalam obat cacing kimia ini adalah albendazole, febendazole, oxfendazole. Contoh Obat cacing yang umum digunakan obat cacing merk Wormzole-K, obat cacing merk wormectin. obat cacing merk Kalbazen SG dengan dosis yang tertera di kemasan.

 2). Kandang kambing harus bagus. Karena merupakan tempat tinggal utama ternak selama dipelihara secara intensif  dan hampir 100% kegiatan kambing dilakukan di kandang. Makan, minum, pipis, pup, tidur semua di kandang kecuali saat mandi dan berjemur.

Kandang yang bagus,  sebagai berikut :

  • Kandang berbentuk panggung, bersih karena kambing tidak bercampur dengan air kencing dan kotoran. Semua kotoran akan mengumpul di bagian bawah kandang dan tidak bersentuhan langsung dengan kambing, ini bisa membuat kambing lebih sehat. Pembersihan kandang tidak setiap hari, namun harus rajin membersihkan kotoran yang terselip diantara reng–reng bangunan kandang. Apabila ada kambing sedang mencret, sebaiknya kandang dibersihkan setiap hari karena kotoran kambing akan menggumpal dan menempel pada lantai kandang.
  • Kandang kambing mendapat sinar matahari. Manfaat sinar matahari adalah bisa membunuh bakteri yang merugikan. Selain itu sinar matahari yang tidak berlebihan bisa membuat tubuh kambing menjadi lebih segar, terutama sinar matahari pagi.
  • Kandang kambing tidak boleh terlalu panas, Suhu di bawah kandang sebaiknya jangan terlalu panas sebab energi dari pakan banyak terbuang karena aktifitas respirasi ternak dan proses mengatur suhu tubuh ternak. Supaya kandang tidak panas atap dibuat cukup tinggi sehingga suhu lantai lebih rendah, dan juga dianjurkan disekitar kandang menanam tanaman naungan agar suhu kandang lebih sejuk.

3).  Bibit dari jenis kambing menentukan. Kambing kacang, kambing bligon dan kambing PE akan menunjukkan performa yang berbeda selama penggemukan dan bergantung kemampuan kambing dalam merubah pakan untuk memicu pertumbuhan tubuhnya. Kambing kacang kemampuannya begitu saja. Berat dan besarnya juga dapat diketahui dan masih lebih baik kambing bligon dan kambing etawa dibanding dengan kambing kacang.

4). Perawatan atau pemeliharaan, Perawatan hal yang harus dilakukan selama pemeliharaan, meliputi pemberian pakan, pemilihan p)akan, mencegah penyakit, mengobati penyakit dan kebersihan kambing serta kandang. Pakan harus memperhatikan tingkat keamanan, Hindari memberikan pakan yang mengandung sianida secara langsung meskipun kualitas pakannya bagus. Pakan seperti ini harus dikeringkan terlebih dahulu, misalnya daun singkong dan kulit singkong, Legum seperti lamtoro juga bisa membuat kambing keracunan. Perhatikan jika ada serangga berbahaya yang ikut terbawa di pakan.

Pencegahan penyakit dapat dilakukan dengan selalu menjaga kebersihan kandang dan kambing secara teratur, Kandang setidaknya dibersihkan setiap hari dan kambing dimandikan setidaknya satu kali dalam seminggu. Ini untuk mengendalikan populasi kutu supaya tidak terlalu banyak. Daun pepaya diberikan setidaknya juga setiap minggu untuk mencegah terjadinya cacingan. Kulit daun pepaya tidak mudah untuk di dapatkan, bisa menggunakan obatan kimia.

5).  Pakan penggemukan harus berkualitas

Porsi pakan hampir 70 % menjadi faktor menetukan  dalam usaha penggemukan kambing.   Ada tiga jenis pakan yang kita bisa gunakan untuk pakan kambingyaitu :  Pertama adalah rumput – rumputan, sebagai sumber serat dan energi. Kedua adalah leguminosa, sebagai  sumber protein dan yang Ketiga adalah konsentrat yang bisa digunakan sebagai pakan penguat. Jika untuk menggunakan ketiga jenis pakan di atas sulit, bisa memakai dua saja, yaitu antara rumput dan legum atau rumput dan konsentrat.

Jenis rumput terdapat banyak macam yang bisa dipakai, misalnya rumput odot, rumput ruzi, rumput bachiaria, daun nangka, daun pisang, daun mahoni dan lain sebagainya. Begitu juga dengan jenis legume, seperti daun kelor, daun lamtoro, daun turi, daun indigofera, daun kaliandra dan masih banyak jenis legum lainnya. 

6). Kambing dikastrasi (kebiri) performanya lebih baik, Mungkin ini akan menimbulkan penafsiran yang kontroversi. Ada yang setuju dan ada yang tidak, terutama jika kambing yang dikastrasi ditujukan untuk hewan qurban. Kastrasi adalah Keluarga Berencana (KB) nya ternak jantan dengan cara menghambat sistem reproduksi atau bahkan dihilangkan fungsinya. Menurut penelitian, kambing yang dikastrasi memperlihatkan performa pertumbuhan yang lebih pesat daripada kambing yang tidak dikastrasi.

Sebagai peternak pasti pernah mengalami kambing jantan yang tiap malam berisik dengan suara anehnya yang ingin kawin. Atau pasti pernah melihat kambing yang mengemut penisnya sendiri sampai akhirnya lemas karena spermanya keluar. Dan ini sering terjadi pada kambing jantan yang sudah dewasa dan sehat, namun kambing kurus dan lemes biasanya jarang naik libido. Hal ini merupakan pemborosan energi yang seharusnya tidak perlu karena ejakulasi menghabiskan energi yang besar. Energi dari pakan berharga mahal,  yang seharusnya bisa untuk menambah bobot, hanya dibuang percuma. Seharusnya, apabila ada alternatif lain untuk menurunkan libido kambing jantan selain kastrasi, lebih dipilih alternatif tersebut. Kalau dulu boleh pakai cara suntik hormone, hormonnya kambing cewek, apa itu namanya, kalau tidak salah progesteron. Tapi suntik hormon sekarang sudah dilarang, karena efeknya tidak bagus untuk produk peternakan, harganya juga mahal dan tidak sebanding.

Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/97225/agar-penggemukan-kambing-berhasil-perhatikan-6-kondisi/

Bagikan