Antisipasi Penyimpangan, Itjen Kementan Kawal Distribusi Benih Jagung
April 5, 2021
-enih bermutu menjadi salah satu sarana produksi pertanian yang sangat penting untuk meningkatkan produksi pangan, selain penanganan faktor-faktor agronomi. Benih bermutu merupakan benih berlabel dengan tingkat kemurnian dan daya tumbuh yang tinggi.
Karena itu, pemerintah setiap tahunnya mengalokasikan bantuan benih varietas unggul bersertifikat kepada petani. Namun penyediaan dan pendistribusiannya harus mendapat pengawalan agar tidak terjadi penyimpangan.
Inspektur Jenderal Kementerian Pertanian, Bambang mengungkapkan, Kementerian Pertanian menekankan pentingnya sertifikasi benih. Tujuannya untuk kemaslahatan petani, sehingga proses sertifikasi benih berupa pengujian dan penegasan bahwa benih yang disebar kepada masyarakat layak dan terjamin kualitasnya.
Saat memberikan arahan pada kegiatan FGD Perbenihan Jagung di Bogor Jawa Barat, Jumat (25/3), Bambang menegaskan, penyediaan benih unggul dilakukan untuk mendukung pemerintah dalam pengembangan komoditas jagung dan mendukung program Pengembangan Kawasan Tanaman Pangan Korporasi (ProPoktani) yang digagas Kementerian Pertanian.
“Penyediaan benih jagung unggul menjadi solusi untuk meningkatkan produktivitas jagung dan memastikan jumlah produksi dapat meningkat siginifikan dan melampai target yang ditetapkan, bahkan dapat surplus sehingga meningkatkan ekspor,” ungkap Bambang.
Lebih lanjut, Bambang menegaskan, dalam pelaksanaan penyediaan dan penyaluran benih bermutu, Itjen Kementan akan terus melakukan pengawalan program agar tidak terjadi penyimpangan.
“Kami berkomitmen melakukan pendampingan dari saat perencanaan, proses pengadaan sampai dengan penyaluran, untuk meminimalisir munculnya risiko penyimpangan,” kata dia.
Terkait teknis pengawalan, lanjutnya, itjen akan memastikan bahwa proses pengadaan telah dilakukan dengan cermat dan akurat, serta tidak bertentangan dengan regulasi dan aturan hukum.
Salah satu persoalan yang muncul dan menjadi titik kritis, ketika Balitbangtan mampu menyediakan benih unggul dengan jumlah yang cukup, tetapi tidak tersedia pembeli karena terbatasnya anggaran. “Inilah pentingnya ada keterpaduan, sehingga benih dapat diproduksi dan dimanfaatkan dengan tepat,” kata Bambang.
Recent Comments