Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELGajah

KREATIFITAS KWT LANGGENG PUSPITA DALAM BERPELUANG USAHA

Kamis (15/04/2021) KWT Langgeng Puspita Desa Gedangalas Kecamatan Gajah melakukan kegiatan rutin pertemuan kelompok. Kegiatan ini dilaksanakan tiap selapan (jawa) sekali dalam hitungan kalender masehi tiap 36 hari sekali. Kegiatan pertemuan dihadiri oleh penyuluh pendamping (Kusrini), Koordinator Penyuluh (Sugondo, SP) ,Penyuluh (Fitri Nur Farida, SP) dan Perangkat Desa (Sutiyono). Acara rutin kali berupa praktek dalam pengolahan bahan pangan lokal sebagai media usaha di saat pandemi. Tujuan pertemuan ini selain memberikan pembinaan pada kelompok juga memberikan bekal ilmu berkaitan dengan pengolahan bahan pangan lokal yang belum disentuh dan dikreasikan. Tentu saja, hal ini sangat menarik bagi para anggota untuk mengikuti kegiatan sampai akhir. Apalagi demo masak seperti ini dapat dipraktekan para anggota KWT menjelang lebaran besok.

            Kegiatan demo memasak ini menampilkan menu berupa onde-onde ketawa. Penamaan onde-onde ketawa ini terasa lucu karena onode-onde ini merekah seperti orang sedang tertawa. Adapun bahan dan cara kerjanya antara lain :
Bahan :

  • Tepung terigu 250 gr
  • Baking powder 1 sdt
  • Gula pasir 75 gr
  • Margarin 25 gr
  • Vanili ½ sdt
  • Telur 2 butir
  • Wijen putih 75 gr
  • Minyak untuk menggoreng
  • Air secukupnya

Cara Kerja :

  1. Kocok telur, margarine, gula pasir dan vanili dengan mikser hingga mengembang dan lembut
  2. Masukkan tepung terigu dan baking powder dalam adonan, uleni sampai adonan bisa di pulung
  3. Panaskan minyak dengan api sedang
  4. Ambil sedikit adonan dibuat bulatan-bulatan kecil celupkan dalam air lalu gulingkan ke wijen
  5. Goreng di minyak tadi sampai kuning kecoklatan

 Harapannya, anggota KWT Langgeng Puspita Desa Gedangalas dapat mempraktekan sendiri di rumah masing-masing. Camilan ini juga cocok disajikan pada saat lebaran nanti. Selain mudah, hemat juga higienis makanan ini juga dapat digunakan sebagai ajang bisnis kuliner sebagai tambahan pendapatan keluarga. (Fitri Nur Farida, SP/PPL Gajah)

Bagikan