SISTEM SEMI INTENSIF BETERNAK AYAM KAMPUNG SUPER (JOPER)
May 5, 2021
Beternak ayam kampung super saat ini menjadi trend dikalangan peternak atau pemula yang mau berbisnis pemeliharaan ayam kampung super. Hal ini bukanlah tidak beralasan, peternak memilih ternak ayam joper selain waktu panen yang jauh lebih singkat, rasa daging ayam joper terasa cukup mirip dengan ayam kampung asli pada umumnya. Selain itu ternak ayam kampung super (JOPER) dapat dipelihara secara sederhana dan membutuhkan modal yang terjangkau.
Pemeliharaan dilakukan secara semi intensif menggunakan pola pemeliharaan di didalam kandang dan ayam tetap diberikan waktu untuk beraktivias diluar area kandang. Biasanya kandang yang digunakan sistem kandang setengah terbuka atau kandang ren.
Kandang ren merupakan salah satu jenis kandang yang cukup banyak digunakan dalam pemeliharaan unggas terutama bebek. Untuk pemeliharaan ayam kampung super bisa menggunakan kandang ren yang membentuk persegi panjang tertutup dan sebagian lain ada area terbuka. Jenis kandang yang terbuka dan tertutup mempunyai fungsi yang berbeda.
Kandang ren merupakan suatu kandang yang mempunyai 2 (dua) fungsi :
- Kandang tertutup, Jenis kandang tertutup merupakan kandang yang berfungsi sebagai tempat berteduh dari panas dan hujan, tempat untuk tidur, bertelur dan mengerami. Biasanya digunakan dari sore hingga malam hari. Setelah pagi hari, ayam kampung super akan keluar menuju ke kandang terbuka.
- Kandang terbuka, Jenis kandang terbuka merupakan area terbuka di dalam , lingkungan kandang. Kandang umbaran ini biasanya menjadi area untuk bermain, tempat makan dan minum pada siang hari.
Secara teknis memang cukup sederhana pemeliharaan dengan cara semi intensif. Namun dibandingkan dengan pemeliharaan secara intensif terlihat kurang mendukung produktivitas daging. Dalam jangka waktu 6 minggu bobot per ekor belum mencapai target bobot yang ada pada kisaran 700 – 900 gram per ekor. Hal tersebut disebabkan energi ayam banyak dihabiskan untuk bermain sedangkan jika dipelihara secara intensif maka energi ayam akan membentuk daging yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan.
Kandang semi intensif mempunyai beberapa kelebihan dan kelemahan, yaitu :
- Kandang ren relatif lebih mudah dibersihkan.
- Ayam yang dipelihara sehat karena terkena sinar matahari secara langsung.
- Modal yang tidak banyak untuk pembuatan kandang.
- Biaya pakan lebih murah karena ayam bisa mendapatkan pakan dari lingkungan sekitar kandang.
- Kelemahannya adalah saat hujan yang datang tiba-tiba, maka ayam akan kehujanan. Jadi ada resiko ayam kedinginan dan terserang penyakit pilek.
Ayam yang dipelihara di dalam kandang ren mendapatkan makanan pada siang hari. Pada malam hari mereka tidur dan beristirahat di dalam kandang tertutup. Hal tersebut berbeda jika pemeliharaan dilakukan secara intensif maka siang dan malam ayam akan terus makan di dalam kandangnya. Energi yang dikeluarkan akan menjadi daging. Maka pemeliharaan dalam kandang tertutup dengan sistem intensif lebih berpotensial menghasilkan ayam dengan produktivitas daging yang tinggi.
Untuk itu pola pemeliharaan mempengaruhi produktivitas daging yang dihasilkan. Pemeliharaan secara semi intensif lebih baik dibandingkan pemeliharaan secara tradisional. Pemeliharaan secara semi intensif, peternak sudah mulai mengontrol jumlah pakan walaupun belum seoptimal pada saat pemeliharaan secara intensif.
Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/96757/sistem-semi-intensif-beternak-ayam-kampung-super-joper/
Recent Comments