Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

BERITAKementerian Pertanian

Kendalikan OPT, Kementan Luncurkan Gerakan P4 di 12 Provinsi

Hama dan penyakit menjadi musuh besar bagi petani. Bahkan bisa berdampak pada gagalnya panen, karena serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) itu.

Nah, untuk membantu petani Kementerian Pertanian melalui Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan  memasyarakatkan gerakan PHT meluncurkan Kegiatan Pemberdayaan Petani dalam Pemasyarakatan PHT (P4) di 12 Provinsi.

Lilik Retnowati, Koordinator Data dan Kelembagaan POPT, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan mengatakan, kegiatan P4 dilakukan sebanyak 120 unit tersebar di 12 Provinsi. Provinsi itu yaitu Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan.

“Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan motivasi, partisipasi dan kemampuan petani dalam pengelolaan agroekosistem sesuai dengan prinsip dasar PHT,” katanya.

Pengendalian Hama Terpadu (PHT) merupakan suatu cara berpikir dan sebuah pergerakan dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) dengan pendekatan ekologi. Dalam prinsip PHT selalu mengedepankan pengendalian yang bersifat ramah lingkungan dan menjadikan penggunaan pestisida kimiawi sebagai pilihan terakhir.

Salah satu provinsi yang ikut serta dalam kegiatan P4 adalah Jawa Timur. Sosialisasi kegiatan P4 di Jawa Timur pun langsung dilaksanakan selepas libur Lebaran tepatnya pada Rabu (27 /5).

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Mohammad Takdir Mulyadi memimpin langsung  Sosialisasi Kegiatan P4.  Kegiatan P4 di Jawa Timur kata Takdir, sebanyak 20 unit tersebar di 17 kabupaten.

“Pemerintah dan Petani bersatu untuk mengamankan target produksi nasional dari serangan OPT/ DPI. Hilirisasi di lokasi kegiatan P4 sudah harus disusun dan dibangun, agar produksi agens pengendali hayati oleh petani tetap berkelanjutan dan mutu tetap terjamin,” kata Takdir saat pembukaan acara sosialisasi tersebut.

Sementara itu, Kepala UPT Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Timur Irita Rahayu Aryati berharap, dengan kegiatan P4 permasalahan yang selama ini menjadi kendala kelompok tani untuk mengembangkan agens pengendali hayati dapat terpecahkan dengan pengelolaan hilirisasi.

Salah satu peserta P4 yang juga Ketua Pos Pelayanan Agens Hayati Besur Asri, Imam Rofi’i di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur berharap dengan ikut dalam P4 dapat belajar tentang pengembangan dan aplikasi agens pengendali hayati, pestisida nabati , pemanfaatan perangkap hama, dan tanaman refugia sesuai kondisi di wilayah lahan pertanian.

Di tempat terpisah, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Suwandi terus mendorong dan mendukung kegiatan pengendalian OPT berbasis alami dengan menggunakan agens hayati sebagai bahan pengendaliannya.

“Dengan semakin meningkatnya kesadaran petani terhadap pentingnya budidaya tanaman sehat demi keberlanjutan pertanian, diharapkan juga kesejahteraan petani turut meningkat,” tuturnya.

Dengan demikian, hal ini turut mendukung percepatan terwujudnya pertanian maju, mandiri dan modern. Hal ini, sesuai arahan Mentan SYL produksi pangan harus jalan terus, tetapi hal-hal yang dapat meningkatkan kesejahteraan petani juga harus dilakukan. “Mereka ujung tombak ketahanan pangan negara kita”, tegas Suwandi.

Sumber: https://tabloidsinartani.com/detail//indeks/pangan/16842-Kendalikan-OPT-Kementan-Luncurkan-Gerakan-P4-di-12-Provinsi

Bagikan