Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

BERITATanaman Pangan dan Hortikultura

Early Warning System Cabai dan Bawang Merah Juni-Oktober 2021

Guna mengantisipasi kurangnya ketersediaan bahan pangan pada bulan-bulan mendatang, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menyusun Early Warning System (EWS) yang berisi Prognosa atau perkiraan produksi dan kebutuhan bahan pangan. EWS berfungsi untuk memprediksi kekurangan ataupun kelebihan produksi bahan pangan seperti cabai dan bawang pada suatu provinsi, sehingga dapat dilakukan antisipasi maupun tindakan untuk mencegah membludaknya pasokan atau langkanya pasokan bahan pangan.

Berdasarkan surat dari Ditjen Hortikultura pada tanggal 3 Juni 2021 tentang EWS Cabai dan Bawang Nasional pada bulan Juni-Oktober 2021, diketahui bahwa prognosa produksi Cabai Besar Nasional dibandingkan dengan kebutuhan pasar mengalami surplus sekitar 12.427 ton sampai dengan 25.553 ton. Kelebihan produksi terbanyak diperkirakan terjadi pada bulan Juni 2021 yaitu sekitar 25.553 ton karena perkiraan produksi sekitar 99.743 ton sedangkan kebutuhan pasar hanya sekitar 74.182 ton. Hal yang berbeda diperkirakan terjadi pada komoditas Cabai Rawit Nasional yang mengalami surplus terbanyak yaitu 60.037 ton pada bulan Juli ketika perkiraan produksi Cabai Rawit 137.605 ton sedangkan perkiraan kebutuhan pasar 77.568 ton.

Pada komoditas bawang merah, Kabupaten Demak yang merupakan salah satu kabupaten sentra diperkirakan akan mengalami defisit produksi 156 ton pada bulan Juni. Sedangkan pada bulan Juli mengalami surplus produksi 2.287 ton. Berturut-turut pada bulan Agustus hingga Oktober Kabupaten Demak diperkirakan mengalami surplus 3.656 ton,  defisit 399 ton dan defisit 377 ton. Hal ini bisa dikarenakan musim panen Bawang Merah yang terjadi pada bulan Juli dan Agustus sehingga terjadi surplus produksi dibandingkan dengan bulan yang lain.

Menurut Ditjen Hortikultura, ketika terjadi surplus produksi yang berlebihan maka petani dianjurkan untuk melakukan penyimpanan, tunda jual dan pengelolaan pasca panen sehingga harga tidak anjlok dan dapat menjamin pasokan bahan pangan pada bulan masa tanam bawang merah agar tidak terjadi kelangkaan bawang merah. Sedangkan pada saat terjadi defisit produksi, dianjurkan untuk melakukan mobilisasi dan distribusi pasokan dari daerah lain guna mencapai kestabilan harga. (Diana Fitriani/Bidang TPH)

Bagikan