Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELDinpertan Pangan

DASYATNYA MANFAAT ECO ENZYM UNTUK PERTANIAN

Salah satu upaya menggenjot produktivitas pertanian yaitu dengan mengaplikasikan Eco enzim pada tanaman yang  dapat dimanfaatka sebagai pestisida alami dan juga sebagai pupuk organik dan bio fertilizer, dengan menggunakan eco enzim juga akan menurunkan penggunaan pupuk kimia secara berkelanjutan.

Eco enzim adalah hasil dari fermentasi limbah dapur organik seperti ampas buah dan sayuran, gula (gula coklat, gula merah atau gula tebu), dan air. Warnanya coklat gelap dan memiliki aroma fermentasi asam manis yang kuat. Komposisi sampah yaitu 54% berasal dari sampah organik. Manfaat eco enzim untuk rumah tangga yaitu: 1) merendam sayur, menghilangkan pestisida, herbisida, bahan logam dan sel parasit. Juga zat lilin pada buah-buahan, 2) menghilangkan kutu di beras, 3) membersihkan lantai WC dan dinding atau kamar mandi, juga pel lantai sehingga serangga tidak ada, 4) campuran cuci piring sehingga lebih kesat dan bersih, 5) campuran ke cucian pakaian. Memutihkan pakaian tanpa pemutih. Zat fluoren pada pemutih sangat berbahaya bagi kulit, 6) membersihkan minyak atau lemak membandel, 7) memperlancar saluran WC, 8) penjernih Air akuarium, 9) pembersih kerak yang bandel, 10) memoles barang-barang yang kusam, 11) mengurangi nyamuk/ serangga.

Manfaat eco enzim untuk pertanian yaitu sebagai filter udara, herbisida dan pestisida alami, menurunkan asap dalam ruangan, filter air, pupuk alami untuk tanaman dan menurunkan efek rumah kaca. Cara pengaplikasian eco enzim pada lahan sawah sebagai pupuk yaitu dengan menumpahkan eco enzim ke pengairan sawah. Cara pengaplikasian eco enzim untuk membasmi pestisida adalah dengan cara menambahkan 1 tutup botol ke dalam air kemudian sayuran dibersihkan dan direndam dengan sempurna, setelah 45 menit baru diangkat. Cara membuat eco enzim yaitu dengan mencampurkan 1 bagian gula/ molases, 3 bagian sampah organik dan 10 bagian air jernih. Campuran tersebut didiamkan selama 3 bulan di wadah plastik kedap udara. Jika pH sudah dibawah 4,0 berarti eco enzim sudah siap dipanen. Sebelum digunakan, disaring terlebih dahulu.

Eco enzim juga bisa dijadikan kompos dengan bahan-bahan: 1) kohe ayam 10 karung, 2) daun gamal 3 karung, 3) daun rumput bunga putih/cromolema 3 karung, 4) batang pisang 1 karung, 5) sekam padi 5 karung, 6) eco enzim murni 1 botol, 7) molase 1 botol dan 8) air. Alat yang digunakan yaitu sekop 2 buah, ember 2 buah, terpal 4×6 1 buah dan gembor 1 buah. Cara pembuatannya dengan mencacah semua bahan dan dicampurkan dengan dedak halus 10 kg. Air 10 liter dicampur dengan molase 4 sendok, EM4 2 tutup dan EE murni 2 tutup, aduk hingga rata kemudian siram menggunakan gempor ke campuran tadi. Campuran tersebut tidak boleh terlalu basah dan tidak terlalu kering. Sesudah itu bahan campuran dibuat segi empat dengan tinggi 40 cm lalu ditaburi dedak halus di atasnya dan ditutup rapat untuk fermentasi selama 2 minggu. Setelah 2 minggu terpal dibuka dan didinginkan selama 1 hari lalu bisa digunakan sebagai media tanam. Tanda bokasi siap digunakan yaitu tidak berbau dan muncul jamur putih di atasnya serta warna kecoklatan.

Eco enzim digunakan sebagai pembersih air dengan perbandingannya 1:1000 tergantung dengan volume airnya, didiamkan semalaman maka akan hilang baunya. Boleh menggunakan selang, yang terpenting tidak masuk udara. Eco enzim murni disemprotkan ke tanaman yang terendam banjir 3 bulan dapat membuat tanaman tumbuh normal kembali. Jangan ragu untuk menggunakan eco enzim. dalam kondisi bencana. Eco enzim juga bisa dimanfaatkan untuk kesehatan dan kecantikan. Cara untuk meyakinkan para penyuluh dan petani dengan cara  mensosialisasikan eco enzim di NTT dengan melakukan pelatihan secara gratis kepada penyuluh di 300 lokasi selama 1 tahun. Karena eco enzim ini tidak membutuhkan banyak modal, karena bahan-bahannya bisa dengan mudah didapat secara gratis kecuali gula merah/molase yang digunakan.  DKI Jakarta  bisa berkolaborasi dengan dinas lingkungan hidup DKI Jakarta untuk mengelola sampah yang ada di DKI Jakarta untuk menjadi nilai ekonomis dengan komunitas eco enzim yang ada di Jakarta. Hidroponik butuh unsur hara yang lengkap, eco enzim tidak bisa menggantikan unsur hara yang dibutuhkan,bisa ditambahkan untuk melengkapi AB mix namun tidak bisa menggantikan 100%. Cara untuk menjernihkan air Danau Toba yang tercemar agar kembali jernih seperti semula dengan menggalang komunitas di masyarakat sekitar danau toba untuk membuat eco enzim agar bisa dituang ke dalam danau, tidak bisa hanya mengandalkan 1 orang saja dalam pembuatan eco enzimnya.  Eco enzim yang difermentasi lebih lama lebih baik kualitasnya , jika dipanen dalam waktu 7-12 hari, enzimnya belum terbentuk. 

Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/98835/dasyatnya-manfaat-eko-enzim–untuk-pertanian/

Bagikan