Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELDinpertan Pangan

PESTISIDA NABATI UNTUK ULAT GERAYAK (Spodoptera Litura)

Penggunaan pestisida nabati yang berasal dari tumbuhan merupakan salah satu pestisida yang dapat digunakan untuk mengendalikan serangan hama dan penyakit tanaman. Pestisida ini berbahan aktif tunggal atau majemuk dapat berfungsi sebagai penolak, anti fertilitas (pemandul), pembunuh dan bentuk lainnya.

Ulat grayak (Spodoptera litura) merupakan salah satu jenis hama pemakan daun yang sangat penting. Kehilangan hasil akibat serangan hama tersebut dapat mencapai 80%, bahkan puso jika tidak dikendalikan. Usaha pengendalian hama di tingkat petani hingga kini masih mengandalkan insektisida, namun kurang efektif.  Ulat grayak (S. litura) bersifat polifag atau mempunyai kisaran inang yang luas sehingga berpotensi menjadi hama pada berbagai jenis tanaman pangan, sayuran, buah dan perkebunan.

Penyebaran hama ini sampai di daerah subtropik dan tropik. Serangan ulat grayak berfluktuasi dari tahun ke tahun. Selain kedelai, tanaman inang lain dari ulat grayak adalah cabai, padi, jagung, tomat, tebu, buncis, jeruk, tembakau, bawang merah, terung, kentang, kacang-kacangan (kedelai, kacang tanah), kangkung, bayam, pisang, dan tanaman hias.

Beberapa jenis pestisida nabati untuk mengendalikan ulat gerayak yang berasal dari daun antara lain daun alamanda, babadotan, kamboja, dan daun mengkudu.  Bahan-bahan ini dikumpulkan lalu ditimbang masing masing 1 kg, lalu dikeringanginkan, dipotong kecil kecil lalu diblender dan ditambahkan air sedikit hingga halus.  Kemudian ditambahkan 1 liter air dan diaduk sampai larut.  Diendapkan selama satu malam dan disaring dengan kain saring kemudian dimasukkan kedalam handsprayer dan siap untuk diaplikasikan.

Pestisida nabati dari daun  alamanda, dapat menyebabkan larva ulat gerayak mengalami penurunan mobilitas.  Nafsu makan pada larva menurun ditandai dengan pakan yang tidak habis serta larva juga mengalami diare. Hal ini karena alamanda mempunyai rasa yang pahit sehingga terjadi penolakan makan pada larva dan dapat menimbulkan keracunan pada larva.

Pestisida nabati dari daun babadotan, menyebabkan larva mengalami penurunan nafsu makan karena ekstrak babadotan terasa pahit sehingga larva tidak menyukai rasanya. Akibatnya larva akan menjadi lemah, aktifitas menurun serta mengalami perubahan warna menjadi pucat. Larva mengalami cacat dan proses pembentukan pupa terganggu. Selain itu juga dapat mengganggu proses pergantian kulit serangga yang mengakibatkan larva cacat atau mati. Gangguan tidak hanya berlangsung pada stadia larva tetapi berlanjut pada pembentukan pupa dan serangga dewasa.

Pestisida nabati dari daun kamboja dapat menyebabkan nafsu makan larva menurun. Larva yang tidak makan akan menjadi lemah, mobilitas jadi berkurang. Akhirnya larva mati karena kelaparan. Tumbuh-tumbuhan tersebut diduga bersifat sebagai racun perut, karena larva tidak menunjukkan gejala keracunan walaupun sudah terjadi kontak, gejala keracunan mulai tampak satu hari setelah makan yang ditandai dengan menurunnya aktivitas makan dan gerakannya melemah yang mengakibatkan kematian larva.

Pestisida nabati dari daun mengkudu mampu menyebabkan larva mengalami penurunan nafsu makan karena mengkudu mengandung senyawa yang menyebabkan menurunnya nafsu makan (antifeedant). Karena penurunan nafsu makan maka larva menjadi lemas dan pasif bergerak. Larva juga mengalam  perubahan warna menjadi lebih pucat dari warna asalnya. dan larva akan berwarna kuning kecoklatan.

Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/98851/pestisida-nabati-untuk-ulat-gerayak-spodoptera-litura/

Bagikan