Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

BERITAPerkebunan

Sosialisasi Pengembangan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Tahun 2021

Indonesia kaya akan sumber tanaman obat yang bisa dibudidayakan sendiri di rumah, baik pada sebidang tanah di halaman rumah atau di pot-pot kecil, untuk memenuhi kebutuhan keluarga akan obat-obatan.

Menurut Info dari Komoditi Tanaman Obat yang diterbitkan Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) dari Kementrian Perdagangan, tanaman Biofarmaka di Indonesia mencakup 15 Jenis tanaman obat utama. Tanaman – tanaman ini meliputi jahe, laos, kencur, kunyit, lempuyang, temulawak, temuireng, temukunci, dlingo, kapulaga, mengkudu, mahkota dewa, kejibeling, sambiloto, dan lidah buaya.

Dalam rangka mendukung budidaya TOGA, pada Selasa 21 September 2021 Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Demak melaksanakan Sosialisasi Pengembangan TOGA dalam rangka Kegiatan Pengelolaan Sumber Daya Genetik (SDG) Hewan, Tumbuhan, dan Mikro Organisme Kewenangan Kabupaten/Kota. Tujuan dari pelaksanaan Kegiatan Sosialisasi Pengembangan TOGA ialah memberikan informasi tentang cara budidaya TOGA yang tepat serta pemberian bantuan bibit-bibit tanaman TOGA, diantaranya adalah:

  1. Bibit Jahe Merah sebanyak 8 Kg
  2. Bibit Jahe Gajah sebanyak 8 Kg
  3. Bibit Jahe Emprit sebanyak 8 Kg
  4. Bibit Kencur sebanyak 6 Kg
  5. Bibit Kunyit sebanyak 8 Kg
  6. Bibit Kunir Putih sebanyak 6 Kg
  7. Bibit Temulawak sebanyak 6 Kg
  8. Bibit Laos sebanyak 6 Kg
  9. Bibit Kunci sebanyak 8 Kg
  10. Bibit Lempuyang sebanyak 6 Kg
  11. Pupuk Organik sebanyak 80 Kg

Bantuan Kegiatan Pengembangan TOGA diberikan kepada Kelompok Wanita Tani Lenggeng Puspita Desa Gedangalas Kecamatan Gajah. Dengan adanya pemberian bantuan bibit TOGA diharapkan dapat mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap obat – obatan kimia dan membuat pekarangan rumah lebih hijau dengan adanya TOGA tersebut.

Pelaksanaan Sosialisasi ditengah pandemi Covid-19 ini dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan berupa sosial distancing, penyemprotan hand sanitizer sebelum memasuki ruangan, serta seluruh peserta dan narasumber wajib menggunakan masker. (Ika Hardiyan S./ Bidang Perkebunan).

Bagikan