Material (Mikro Organisme Lokal) MOL Dari Rumah
December 3, 2021
Implementasi kebijakan pengelolaan sampah yang konvensional menyebabkan peningkatan jumlah sarana dan prasarana, terutama tempat pembuangan akhir yang semakin sulit didapatkan karena keterbatasan lahan. Pengelolaan sampah dengan prinsip 3R sudah ditetapkan menjadi Strategi Nasional dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum Nomor 21/PRT/M/2006. Prinsip yang pertama yaitu mengurangi timbunan sampah di sumber (reduce), menggunakan kembali bahan/material agar tidak menjadi sampah (reuse), dan mendaur ulang bahan yang sudah tidak berguna menjadi bahan lain yang lebih berguna (recycle).
MOL (Mikro Organisme Lokal) adalah sekumpulan mikroorganisme yang bermanfaat sebagai starter dalam penguraian, fermentasi bahan organik menjadi pupuk organik padat maupun cair. Selain sampah organik yang berasal dari sampah dapur, terdapat pula sampah organik yang berasal dari sisa-sisa panen maupun gulma/ bahan-bahan organik lainnya di lahan pertanian. Dalam bidang pertanian, Kementerian Pertanian dapat berkontribusi dalam teknologi pengelolaan bahan organik terutama untuk peningkatan kesuburan tanah, salah satu diantaranya adalah penyebaran luasan teknologi MOL yang saat ini telah berkembang dan diterapkan di lahan-lahan usaha pertanian organik. Sampah berupa bahan organik dapat didaur ulang untuk dijadikan penyubur tanah melalui pendekatan teknologi MOL (Mikro Organisme Lokal), yaitu Mikroorganisme yang berasal dari substrat atau bahan tertentu dan diperbanyak dengan bahan alami yang mengandung karbohidrat (gula), protein, mineral dan vitamin.
- Membuat MOL
Pembuatan MOL dengan lama fermentasi lebih dari 3 minggu, tutup wadah fermentasi ada yang terlepas. Lepasnya tutup wadah diduga akibat tekanan gas yang dihasilkan dari proses fermentasi. Fermentasi MOL dengan dan tanpa penggunaan selang atau saluran udara, sehingga gas yang dihasilkan dari proses fermentasi dapat disalurkan keluar wadah fermentasi. Selain itu, wadah fermentasi akan ditutup lebih kuat sehingga tidak mudah terlepas.
Bahan utama MOL terdiri dari beberapa komponen yaitu karbohidrat, glukosa, dan sumber mikroorganisme. Bahan dasar untuk fermentasi larutan MOL dapat berasal dari hasil pertanian, perkebunan, maupun limbah organik rumah tangga. Karbohidrat sebagai sumber nutrisi untuk mikroorganisme dapat diperoleh dari limbah organik seperti air cucian beras, singkong, gandum, rumput gajah, dan daun gamal. Sumber glukosa berasal dari cairan gula merah, gula pasir, dan air kelapa, serta sumber mikroorganisme berasal dari kulit buah yang sudah busuk, terasi, keong, nasi basi, dan urin sapi.
Proses Pembuatan MOL
- Mempersiapkan alat yang akan digunakan
Mempersiapkan Ember plastik, pengaduk, selang, botol aqua, gelas ukur, pisau, talenan, baskom
- Mempersiapkan bahan
Bahan-bahan organik berupa sayuran atau buah-buahan dipotong-potong dengan pisau hingga menjadi bagian yang kecil atau diremas dengan menggunakan tangan
- Memproses pembuatan MOL
- Bahan-bahan organik padat yang sudah dipotong-potong dimasukkan kedalam ember.
- Air, molase/gula merah, air kelapa dimasukkan ke dalam ember yang sudah terisi bahan organik untuk membuat MOL.
- Bahan-bahan di dalam ember diaduk agar homogen.
- Ember ditutup untuk mencegah kontaminasi, bisa dipasang selang untuk mengalirkan udara yang terjadi karena proses fermentasi. Selang dicelupkan ke dalam air dalam botol aqua agar tidak terkontaminasi dengan udara luar.
- Selanjutnya diinkubasikan selama 2 minggu.
- MOL yang sudah jadi akan tercium aroma wangi.
- MOL yang sudah jadi disaring dan dimasukkan dalam wadah botol/jerigen tertutup.
- Disimpan di tempat yang sejuk dan teduh agar MOL tidak cepat rusak.
Pembuatan MOL dekomposer
- Menyiapkan bahan untuk membuat MOL dekomposer
Bahan : Bekicot, cacing tanah, rayap, akar bamboo, kompos matang (15 kg);
Molase 500 mL; Air kelapa tua 2 L; Air bersih 20 L
- Membuat MOL dekomposer
Bekicot, rayap, cacing tanah digerus sampai halus, selanjutnya dicampur dengan kompos matang dan bamboo di dalam ember yang berukuran 25-30 L; Kemudian molase, air kelapa dan air bersih dimasukkan ke dalam ember yang telah terisi bekicot, rayap, cacing tanah, akar bamboo dan kompos matang; Ember ditutup, diletakkan di tempat yang teduh selama 21 hari sampai cairan berwarna lebih pekat.
- Cara penggunaan
Dua Liter MOL yang telah jadi dicampur dengan air hingga 20 L, disiram lapis demi lapis pada 1 ton bahan kompos (jerami/kotoran ternak).
Pengguaan MOL
Mikro organisme lokal (MOL) merupakan salah satu aktifvator yang dapat membantu mempercepat proses pengkomposan dan bermanfaat meningkatkan unsur hara kompos.
Bertambahnya jumlah mikroorganisme dalam MOL yang akan digunakan untuk pengomposan, diharapkan proses pengomposan akan lebih cepat. Pada proses pengomposan terjadi penguraian (perubahan) yang menyebabkan kadar karbohidrat akan hilang atau turun dan senyawa N yang larut (amonia) meningkat.
Tanaman yang dipupuk dengan kompos cenderung mempunyai kualitas yang lebih baik daripada tanaman yang dipupuk dengan pupuk kimia, misalnya: hasil panen lebih tahan disimpan, lebih berat, lebih segar, dan lebih enak. Kompos mengandung hormon dan vitamin bagi tanaman, sehingga tanaman lebih tahan dari serangan hama penyakit.
Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/99630/material-mol-dari-rumah/
Recent Comments