Jl. Sultan Hadiwijaya No.08 Demak (0291)685013 dinpertanpangan@demakkab.go.id

ARTIKELDinpertan Pangan

TIP MENJADI PETERNAK SAPI PERAH DI PERKOTAAN

Sapi merupakan hewan pemakan rumput yang merubah bahan gizi rendah (rumput) menjadi bahan gizi tinggi (daging). Merupakan sumberdaya bernilai ekonomi tinggi. Kebutuhan meningkat sejalan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya gizi. Pemeliharaan saat ini beralih dari ekstensif ke intensif.

Sedikitnya ada 3 masalah pembangunan peternakan : penyediaan pakan, kualitas pakan dan sumber pakan. Pengembangan sapi potong dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu : (1) Pendekatan teknis; dengan cara inseminasi buatan, perbaikan pakan, penanaman hijauan makanan ternak (HMT), teknologi pemanfaatan dan pengolahan limbah pertanian/perkebunan, penyebaran ternak, vaksinasi, peningkatan mutu genetis pejantan, kapasitas tampung lahan, pemberian pakan tambahan. (2) Pendekatan terpadu; peningkatan produksi melalui intensifikasi dan pembinaan masal tentang teknologi produksi, sosial dan ekonomi. (3) Pendekatan agribisnis; dilakukan secara produktif dan efisien menghasilkan produk peternakan yang memiliki nilai tambah dan daya saing tinggi.

Dalam mengembangkan ternak sapi perah diperkotaan ada beberapa tip yang harus dilakukan oleh peternak sebagai berikuti

  1. Manajemen Reproduksi

Populasi sapi perah di perkotaan masih dapat ditingkatkan apabila manajemen reproduksi pada ternak sapi perah dilakukan secara benar. Manajemen reproduksi penting untuk mendapatkan keuntungan baik dari susu dan anaknya. Selain itu jika manajemen reproduksi tidak disikapi secara benar, maka dampaknya akan merugikan peternak itu sendiri, rugi di ongkos produksi juga rugi karena sapi dan produksi susu tidak sesuai harapan. Misalnya sapi perah atau sapi potong ditargetkan dalam satu tahun haru melahirkan tapi nyatanya dua hingga tiga tahun tidak melahirkan. Peternak sapi harus mengetahui tentang gangguan reproduksi, dalam hal ini peternak harus didampingi oleh penyuluh dan juga dokter hewan.

Yang terpenting dari manajemen reproduksi ini adalah dalam hal indukan berasal dari bibit unggul, apakah pernah melahirkan kembar atau tidak.

Dalam manajemen reproduksi, satu tahun sapi diharapkan melahirkan, sehingga peternak harus tau kapan sapi harus dikawinkan, dan selama masa kehamilan harus dijaga secara intensif agar sapi-sapi dapat melahirkan secara baik, ini untuk mengatasi gangguan reproduksi.

  1. Penanganan Kotoran sapi dan pakan hijauan
    Limbah ternak menjadi persoalan vital pada usaha ternak sapi di perkotaan, bukan saja aroma busuk yang mencemari lingkungan sekitar, kotoran hewan ruminansia itu juga menjadi penyumbang emisi gas buang rumah kaca setelah asap kendaraan.Persoalan limbah ternak dapat diatasi dengan memanfaatkan feses maupun urinenya sapi untuk biogas, selain itu bisa juga untuk pupuk organik. pengolahan limbah ternak untuk biogas cocok untuk pertanian terpadu ramah lingkungan untuk perkotaan.

Untuk menjadikan kotoran sapi menjadi biogas, peternak perlu membuat saluran pembuangan tinja sapi yang teratur, ada tempat penampungan tinja kering dan tinja basah, lalu tempat pengolahannya.

Kotoran basah sapi dapat dimanfaatkan sebagai biogas, sedangkan  yang sudah dikeringkan bisa digunakan sebagai pupuk organik. Begitu juga dengan urine sapi yang telah diolah secara fermentasi, bisa menjadi pupuk organik biourine.

Manfaatnya bisa meningkatkan kesuburan tanah, memperbaiki struktur dan karakter tanah, meningkatkan kapasitas serap air tanah, meningkatkan aktivitas mikroba tanah, menyediakan hormon dan vitamin bagi tanaman.

“Biourine juga dapat meningkatkan pertumbuhan atau serangan penyakit tanaman, meningkatkan retensi atau ketersedaian hara dalam tanah dan ramah lingkungan.

  1. Pakan

Ketersediaan pakan hijauan juga menjadi tantangan tersendiri bagi peternak sapi perkotaan, padatnya pemukiman penduduk dan banyaknya gedung bertingkat menyulitkan peternak untuk mendapatkan rumput liar.
Selain pakan hijau-hijauan, sapi perah dan sapi potong juga membutuhkan konsentrat. Bahan kosentrat didapat dari mengambil limbah sayuran yang ada di pasar Seperti ampas tahu tempe dan bonggol jagung.

  1. Produk olahan

Selain produk hasil susu dan daging yang menguntungkan, peternak sapi perkotaan juga mendapat keuntungan dari produk olahan susu dan daging sapi. semua peternak harus mempunyai inovasi dalam manajemen usaha peternakan sehingga pada akhirnya berpengaruh positif terhadap kualitas dan kuantitas terhadap produk yang dihasilkan.

Kunci untuk memulai usaha ternak sapi perah diperkotaan yang paling penting  mengetahui karakter, sifat dan watak dari hewan tersebut, lalu mencintai usaha tersebut, menjaga kesejahteraan hewan dan memperhatikan lingkungan. 

Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/99634/tip-menjadi-peternak-sapi-perah-di-perkotaan/

Bagikan

Recent Comments