PROGRAM PENGEMBANGAN HORTIKULTURA 2022
January 31, 2022
Peningkatan nilai tambah dan daya saing merupakan aspek terpenting dari grand design pengembangan komoditas hortikultura. Produk-produk hortikultura ke depan harus lebih mampu bersaing di pasar internasional. Salahsatunya dengan budidaya buah-buahan berpotensi besar dikembangkan saat pandemi Covid-19. Buah kaya akan vitamin C, serat, antioksidan dan sederet kandungan lain yang menguatkan sistem kekebalan tubuh.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dedi Nursyamsi pada arahannya di agenda Mentan Sapa Petani dan Penyuluh (MSPP) volume 03, jum’at (21/01/22) bertemakan program pengembangan hortikultura 2022 yang dilaksanakan di AOR BPPSDMP mengatakan kualitas komoditas memegang peranan penting, terutama untuk komoditas eksport.
“Potensi komoditas hortikultura baik buah maupun sayuran itu luar biasa, hortikultura potensi luar biasa untuk mendapatkan duit”.jelas Dedi.
Lebih lanjut Dedi mengatakan banyak petani milenial yang memilih komoditas Hortikultura karena komoditas hortikultura memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Komoditas hortikultura merupakan komoditas yang menjanjikan dari segi ekonominya. Perhatian kita kepada komoditas hortikultura ini harus lebih, karena hortikultura menghasilkan nilai ekonomi yang lebih banyak.
Narasumber MSPP, Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto mengatakan arah kebijakan pembangunan hortikultura tahun 2021-2024 yaitu meningkatkan daya saing hortikultura melalui peningkatan produksi, produktivitas, akses pasar, logistik didukung sistem pertanian modern yang ramah lingkungan serta mendorong peningkatan, nilai tambah produk untuk kesejahteraan petani.
Strategi pengembangan hortikultura tahun 2021-2024 yaitu pengembangan Kampung Hortikultura (Buah-buahan, Sayuran, dan Tanaman Obat),Penumbuhan UMKM Hortikultura (Bantuan Sapras pascapanen dan pengolahan Bawang, Cabai, Buah-buahan, dan Sayuran Lainnya) Modernisasi Pertanian melalui pengembangan Smart Farming, Sistem Informasi (SI) Early Warning System (EWS) Komoditas Strategis, Registrasi Kampung Hortikultura, Simethris, Perbenihan Horti, Gerdal Horti, Digitalisasi Standar Mutu, dan Sistem Monev dan Pengawalan Hortikultura Indonesia.
“Tantangan hortikultura kedepan yaitu menempatkan permintaan pasar dan kebutuhan konsumen sebagai prioritas”. jelas Prihasto Setyanto.
Strategi pencapaian target produksi hortikultura yaitu Kampung Hortikultura Pengembangan Kampung/Kawasan Terintegrasi, Manajamen Tanam dan Early Warning System (EWS), Peningkatan Produktivitas melalui penggunaan benih unggul, Jaminan Pasar melalui fasilitasi sarana pemasaran, Modernisasi Hortikultura, Pendampingan dan Pembinaan intensif.
Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/100274/program-pengembangan-hortikultura-2022/
Recent Comments