Badan Pangan Nasional Menjamin Ketersediaan Pangan Ramadhan-Idul Fitri
March 21, 2022
Badan Pangan Nasional atau National Food Agency (NFA) terus melakukan berbagai terobosan untuk menjamin ketersediaan pangan menjelang Ramadhan hingga Idul Fitri bahkan sepanjang tahun 2022 ini.
“Badan Pangan Nasional telah melakukan berbagai langkah dalam mengantisipasi kebutuhan Pangan menghadapi Ramadhan dan Idul Fitri. Selain monitoring, stabilisasi harga dan ketersediaannya di berbagai wilayah juga dilakukan berkolaborasi dengan berbagai stakeholders,” sebut Prof Rishfaheri yang kini menjadi bagian NFA dalam Webinar yang digelar Ikatan Cendikiawan Muslim Indonesia (ICMI) secara virtual, Jumat (18/03) malam.
Professor yang sebelumnya menjabat Kepala Pusat Distribusi dan Cadangan Pangan, Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementerian Pertanian ini kemudian membuka Prognosa Neraca Pangan Nasional Januari-Mei 2022 dimana realisasi produksi dalam negeri hingga Akhir Februari 2022 terpantau sesuai rencana.

Namun, ada 4 komoditas yang harus diwaspadai yakni kedelai, bawang putih, daging sapi, dan gula konsumsi yang sebagian besar didatangkan dari impor. Karenanya, realisasi importasi seharusnya sudah didorong sejak Akhir Februari 2022. “Neraca Pangan sampai akhir Mei dipastikan aman, dengan catatan realisasi produk dalam negeri dan impor dapat terealisasi sesuai rencana,” sebutnya.
Prof. Rishfaheri mencontohkan untuk komoditas kedelai hingga Akhir Mei 2022, hanya tersisa 142 ribu ton. Sedangkan kebutuhan kedelai per bulan bisa mencapai 250 ribu ton. Itupun jika pemasukan kedelai impor terus berjalan lancar.

Kondisi tak jauh berbeda juga terjadi pada komoditas bergantung impor lainnya seperti bawang putih, daging sapi bahkan gula konsumsi. Volume stok hingga Akhir Mei 2022 hanya mencukupi hingga satu bulan setelahnya. “Jika mau aman, masing-masing komoditi, setidaknya punya stok Akhir untuk tiga bulan selanjutnya. Itu baru aman untuk pengendalian pasokan dan stabilisasi Pangan,” bebernya.
Melihat kenyataan Prognosa ini, NFA sejak Februari terus melakukan terobosan dalam menyelenggarakan fungsi koordinasi pelaksanaan kebijakan ketersediaan pangan, termasuk stabilitasi pasokan dan harga pangan. Karenanya, NFA berkolaborasi dengan Kementerian, Satgas Pangan, Pemerintah Daerah dan Pemangku Kepentingan lainnya dalam pelaksanaan ketersediaan pangan.
NFA memperkuat kerjasama antar daerah karena di beberapa daerah saat tertentu, ada beberapa komoditi Pangan yang berlebih dan komoditi yang defisit. “Kami usahakan konektivitas antara daerah konsumen dan produsen sehingga bisa ditekan biaya distribusinya,” jelasnya.
Contohnya dalam ketersediaan pangan daging untuk persiapan Hari besar Ramadhan dan Idul Fitri, NFA melalui skema penugasan kepada BUMN yaitu Holding Pangan ID Food dan Bulog untuk melakukan operasi stabilisasi pasokan dan harga daging sapi / kerbau, khususnya di wilayah Jabodetabek. “Kami juga melakukan pemenuhan daging sapi di Ibukota dari berbagai wilayah Sentra sapi melalui 5000 angkutan sapi,” tuturnya.

Mengenai ketersediaan dan stabilisasi pangan kedelai, skema kolaborasi berbagai lembaga Pemerintahan seperti Kemenko Perekonomian – Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kementerian BUMN, Kementerian Perdagangan, Kementerian Perindustrian, Sekretariat Kabinet, Kementerian Koperasi dan UKM serta non Pemerintah seperti Gakoptindo (Gabungan Koperasi Produsen Tahu Tempe Indonesia), dan asosiasi lainnya dipersiapkan untuk mencri solusi dari isu stabilisasi harga kedelai yang berdampak pada kenaikan harga Tempe dan tahu di Indonesia.
Selain kolaborasi di tingkat hilir, NFA menyediakan program instentif harga di produsen. Misalnya ketika harga tengah jatuh di tingkat Petani, maka NFA akan membelinya dengan harga acuan serta menggandeng BUMN sebagai offtaker dan mendistribusikannya ke daerah lain yang harganya masih tinggi atau kekurangan. “Kita menggandeng BUMN-BUMN ini untuk melakukan operasi pasar dengan skala besar untuk bersama menjaga stabilisasi harga dan pasokan,” ungkapnya.
NFA juga mengoptimalisasi peranan BUMD Dan Bumdes untuk mendistribusikan bahan pangan di daerahnya ke daerah lainnya. Di sisi lain, NFA juga menjamin adanya offtaker dari setiap komoditas Pangan.
Recent Comments