Uji Keamanan Pangan Segar
July 7, 2023
Pada zaman sekarang segala macam makanandi Indonesia tidak murni lagi dan banyak mengandung zat kimia tambahan yang berbahaya. Masalah manipulasi mutu beras sebenarnya sudah sering dilakukan pedagang/penggilingan, seperti penyemprotan zat aromatik dan pemakaian bahan pemutih. Pemakaian bahan pemutih pada beras jelas tidak sesuai dengan spesifikasi bahan tambahan yang diperbolehkan untuk pangan, dan konsentrasi pemakaian di atas ambang batas berbahaya bagi kesehatan manusia. Penggunaan klorin pada pangan bukan hal yang asing. Klorin merupakan bahan kimia yang biasanya digunakan sebagai pembunuh kuman. Zat klorin akan bereaksi dengan air membentuk asam hipoklorus yang dapat merusak sel-sel tubuh. Zat klorin yang ada pada beras akan menggerus usus pada lambung (korosit) sehingga rentan terhadap penyakit maag.



Pada hari Jumat, 7 Juli 2023 Bidang Ketahanan Pangan melakukan uji klorin pada beras. Pengujian dilakukan oleh pelaksana bidang ketahanan pangan Adhe Chandra Purnomo, S.TP dan Yuliardhi K, A.Md didampingi oleh Kepala Bidang Ketahanan Pangan Ibu Dewi Suciati, S.Pt, MM. Uji klorin pada beras dengan tujuan untuk mengetahui bahan pangan utama yang berasal dari beras aman dikonsumsi masyarakat agar terhidar dari penyakit. “Uji klorin pada beras dilakukan untuk mengetahui apakah pangan utamanya yang berasal dari beras aman dikonsumsi masyarakat, bebas dari residu kimia dan melindungi masyarakat secara umum” Kata Ibu Kabib Ketahanan Pangan.
Bahan-bahan yang digunakan dalam pengujian ini adalah akuades dan empat sampel beras, yaitu beras medium yang berasal dari Guntur diberi kode A, dari Demak diberi kode B, dan Wonosalam A diberi kode (C), Wonosalam b diberi kode (D). Sementara, untuk alat-alat yang digunakan meliputi, form hasil uji lab, 1 batang pengaduk, 1 sikat pembersih, 1 disk parameter, 2 x 10 ml vial/kuvet. Komparator, serta tablet reagen DPD No1 dan DPD No3. Hasil yang diperoleh dari uji lab tersebut adalah bahwa keempat sampel antara lain: (A) Beras Medium dari Guntur 0,0; (B) Beras Medium dari Demak 0,0; (C) Beras Medium Dari Wonosalam A 0; (D) Beras Medium dari Wonosalam B 0 yang berarti aman. Berdasarkan hasil uji lab tersebut, dapat disimpulkan bahwa keempat sampel beras dinyatakan aman dan terbebas dari klorin. (Bidang Ketahanan Pangan)
Recent Comments