Ubi Jalar
February 2, 2022
Selain sebagai sumber karbohidrat, ubi jalar juga banyak mengandung vitamin dan mineral yang bermanfaat bagi tubuh. Daging umbi ubi jalar yang berwarna kuning mengandung beta karoten (prekursor vitamin A) yang bermanfaat bagi kesehatan mata, sedangkan yang berwarna ungu mengandung antosianin yang berfungsi sebagai antioksidan yang dapat mengurangi penyakit degeneratif dan mengurangi risiko terkena penyakit kanker. Sebagai bahan pangan fungsional, ubi jalar sangat sesuai untuk diversifikasi pangan nonberas.
Pada tahun 2010 produksi ubi jalar di Indonesia mencapai 2,05 juta ton, dari lahan seluas 181 ribu hektar dengan produktivitas 11,3 t/ha. Ke depan, kebutuhan ubi jalar diperkirakan meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk, kesadaran masyarakat tentang pangan fungsional, dan berkembangnya industri pangan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan varietas unggul disertai dengan pengelolaan tanaman secara terpadu (PTT) mampu memberikan hasil ubi jalar 30-35 t/ha.
Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Tanaman Pangan berupaya meningkatkan produksi ubi jalar melalui pendekatan PTT. Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan, Badan Litbang Pertanian, mendukung program tersebut dengan inovasi teknologi yang dikemas dalam Pedoman Umum (Pedum) PTT Ubi Jalar, disusun secara sederhana agar mudah dipahami oleh petugas/ penyuluh pertanian dan petani.
Berikut ini varietas Ubi Jalar yang telah dilepas oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian:
- Varietas daya tahun dilepaskan 1977 umur 4,0 (bulan); Hasil 23 (t/ha) sifat penting lainnya Agak tahan hama boleng, tahan penyakit keriting.
- Varietas Borobudur tahun dilepaskan 1982 umur 3,5-4,0 (bulan) Hasil 20 (t/ha) sifat penting lainnya Toleran hama penggerek, toleran penyakit kudis.
- Varietas Mendut tahun dilepaskan 1989 umur 4,0 (bulan) Hasil 35 (t/ha) sifat penting lainnya Mampu beradaptasi pada lahan marginal, dapat ditanam sampai ketinggian lokasi 900 m dpl.
- Varietas Kalasan tahun dilepaskan 1991 umur 3-4 (bulan) Hasil 40 (t/ha) sifat penting lainnya Agak tahan karat daun mampu beradaptasi pada lahan marginal.
- Varietas Muaratakus tahun dilepaskan 1995 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 30-35 (t/ha) sifat penting lainnya Tahan penyakit kudis, cocok di lahan kering dan sawah
- Varietas Cangkuang tahun dilepaskan 1998 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 30-31 (t/ha) sifat penting lainnya Agak tahan hama boleng tahan penyakit kudis.
- Varietas Sewu tahun dilepaskan 1998 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 28-30 (t/ha) sifat penting lainnya Agak tahan hama boleng tahan penyakit kudis.
- Varietas Sari tahun dilepaskan 2001 umur 3,5-4,0 (bulan) Hasil 30-35 (t/ha) sifat penting lainnya Agak tahan hama boleng tahan penyakit kudi
- Varietas Boko tahun dilepaskan 2001 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 25-30 (t/ha) sifat penting lainnya Agak tahan hama boleng toleran penyakit kudi
- Varietas Sukuh tahun dilepaskan 2001 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 25-30 (t/ha) sifat penting lainnya agak tahan hama boleng tahan penyakit kudi
- Varietas Jago tahun dilepaskan 2001 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 25-30 (t/ha) sifat penting lainnya agak tahan hama boleng agak tahan penyakit kudi
- Varietas Kidal tahun dilepaskan 2001 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 25-30 (t/ha) sifat penting lainnya agak tahan hama boleng tahan penyakit kudi
- Varietas Papua Solossa tahun dilepaskan 2006 umur 6,0 (bulan) Hasil 24-30 (t/ha) sifat penting lainnya tahan penyakit kudis, agak peka hama bolen
- Varietas Papua Patippi tahun dilepaskan 2006 umur 6,0 (bulan) Hasil 26-32 (t/ha) sifat penting lainnya agak tahan penyakit kudis, agak peka hama bolen
- Varietas Sawentar tahun dilepaskan 2006 umur 6,0 (bulan) Hasil 24-30 (t/ha) sifat penting lainnya tahan penyakit kudis, agak peka hama bolen
- Varietas Beta 1 tahun dilepaskan 2009 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 25-30 (t/ha) sifat penting lainnya Agak tahan penyakit kudis dan hama bolen
- Varietas Beta 2 tahun dilepaskan 2009 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 25-30 (t/ha) sifat penting lainnya Agak tahan penyakit kudis dan hama bolen
- Varietas Antin 1 tahun dilepaskan 2009 umur 4,0-4,5 (bulan) Hasil 26-36 (t/ha) sifat penting lainnya agak tahan penyakit kudis dan hama boleng, toleran kekeringa
Teknologi ubi jalar yang akan diterapkan dalam PTT
- Varietas unggul baru
- Pemilihan varietas ubi jalar disesuaikan dengan agroekosistem setempat dan sesuai dengan permintaan pengguna.
- Telah tersedia VUB ubi jalar umur genjah (3,5-4 buIan) dan umurdalam (4,5-5,0 bulan).
- Bibit berkualitas
- Bibit diambil dari tanaman sehat berupa stek pucuk dengan panjang 20-25 cm.
- Apabila telah digunakan 4-5 generasi, bibit diperbanyak terlebih dahulu dari umbi, kemudian setelah berumur 2-3 bu Ian diambil stek pucuk untuk dijadikan bi bit.
- Sebelum ditanam, bibit direndam dalam larutan fungisida Mancozeb 80% dan insektisida karbosulfan selama lima menit.
- Penyiapan lahan
- Tanah untuk budi daya ubi jalar diolah secara sempurna (dibajak dua kali dengan kedalaman lapis olah >30 cm) dan digaru, dibersihkan dari sisa-sisa tanaman sebelumnya.
- Dibuat guludan tunggal dengan lebar 50-60 cm, tinggi 40-50 cm, dan jarak antarguludan 80-100 cm.
- Pada lahan yang miring dibuat teras bangku dan pembuatan guludan mengikuti kontur lahan.
- Pengaturan populasi tanaman
- Dilahan sawah, ubi jalar ditanam setelah panen padi pada awal atau pertengahan musim kemarau dan di lahan kering pada awal/pertengahan musim hujan.
- Penanaman dapat dilakukan dengan sistem kering (tanah cukup lembab) dan sistern basah (diari).
- Sebelum bibit ditanam, sebagian daunnya dikurangi (dirempes) untuk mengurangi penguapan.
- Stek ditanam datar/miring, sedalam 2-3 ruas (5-10 cm).
- Penyulaman bibit yang mati dilakukan sesegera mungkin, maksimum 2 minggu setelah tanam.
- Pemupukan
- Pupuk kandang 10 t/ha diberikan pada saat pembuatan guludan.
- Pupuk buatan (anorganik): 100-200 kg urea + 100 kg SP36 + 100 kg KCI/ha. Pemupukan pertama: 1/3 urea + 1/3 KCI + semua SP36, diberikan 2-7 hari setelah tanam, ditugal atau digarit di sekitar tanaman. Pemupukan kedua dengan takaran 2/3 urea+2/3 KCI diberikan pada umur 1,5 bulan, ditugal/digarit.
- Panen
- Di dataran rendah, panen dilakukan pada umur 3,5-5 bulan.
- Di dataran tinggi, panen dapat dilakukan sampai tanaman berumur 6-8 bu Ian.
- Ciri- ciri tanaman yang siap dipanen adalah sebagian daun telah menguning.
- Panen dilakukan dengan memotong batang dan menyingkirkan brangkasan tanaman, kemudian membongkar guludan.
- Pada waktu panen diupayakan tidak banyak terjadi pelukaan pada umbi.
- Umbi dibersihkan dari tanah dan kotoran.
- Sebaiknya dilakukan pemisahan (grading) umbi berdasarkan ukurannya.
- Panen dengan tangkai umbi akan memperpanjang masa simpan.
- Umbi disimpan dalam karung/keranjang.
Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/100084/ubi-jalar/
Recent Comments