MEMANFAATKAN LIMBAH CAIR PETERNAKAN SAPI
March 30, 2022
Usaha peternakan sapi merupakan salah satu pilihan komoditas yang sangat menguntungkan. Selain permintaan produknya berupa daging maupun susu yang semakin meningkat dari waktu ke waktu, limbahnya pun sangat bermanfaat dan bernilai ekonomis tinggi. Salah satu limbah ternak sapi tersebut adalah limbah cair. Limbah cair berupa campuran air, urine dan feces tercampur. Limbah ini perlu ditangani dan dikelola dengan baik agar tidak mencemari lingkungan. Dan, yang lebih penting lagi memberikan manfaat yang optimal, yaitu dapat diolah menjadi pupuk organik dan biogas.
Penanganan Limbah Cair
Kandang ternak harus didisain sedemikian rupa agar limbah yang dihasilkan baik feces maupun urine dapat dialirkan pada saluran yang bermuara pada kolam penampungan limbah. Buat 6 (enam) buah bak penanganan limbah secara an aerob dengan kedalaman 3 meter yang didisain secara paralel dan diakhiri dengan inlet ke dalam digester biogas.
Lantai kandang dibersihkan dengan menyiramkan air kemudian disapu agar kotoran terdorong ke tempat yang lebih rendah menuju saluran drainase yang mengalir ke bak penampungan. Pembersihan sisa pakan (jerami) juga dilakukan pada saat pembersihan kandang. Feces yang bercampur air dialirkan ke bak penampungan untuk ditangani sebagai limbah cair.
Limbah cair ternak sapi diletakkan dalam bak penampungan. Bak ini disusun paralel dengan kedalaman di atas 3 meter sebanyak 6 buah sehingga memungkinkan terjadinya fermentasi an aerob yang bermanfaat untuk menurunkan kadar cemaran pada limbah cair. Disamping itu, pada bak 1 dan 2 bermanfaat untuk mengendapkan feces yang terlarut dalam limbah cair. Setiap seminggu sekali endapan feces dari dalam bak penampungan diangkat dan dikeringkan sedangkan kerak yang terbentuk pada permukaan bak penampungan diambil untuk ditangani sebagai limbah padat. Limbah cair kemudian dialirkan ke digester biogas untuk produksi gas metan dan sludge yang keluar langsung dialirkan menuju lahan hijauan atau ditangani sebagai limbah cair sebelum di buang di lingkungan. Penanganan feces dari bak penampungan dan inlet digester.
Biogas merupakan hasil pemanfaatan dari limbah cair. Limbah cair yang digunakan untuk biogas hanya sebagian saja, masih banyak limbah cair yang dihasilkan tidak dimanfaatkan untuk biogas. Selama ini pemanfaatan biogas masih seputar untuk sarana memasak. Jika dilihat dari potensi yang ada, biogas yang dihasilkan dapat digunakan untuk pembangkit tenaga listrik. Sludge yang dihasilkan dari digester biogas dimanfaatkan sebagai dasar kolam ikan patin untuk penumbuhan plankton dan sisanya diaplikasikan ke lahan hijauan atau ditangani lebih lanjut sebelum di buang ke lingkungan.
Pemurnian biogas metana dengan teknik absorbsi untuk pengemasan dalam tabung bertekanan. Penelitian ini bertujuan memanfaatkan limbah peternakan dan pertanian untuk menghasilkan biogas murni yang dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif, untuk memasak dan penerangan maupun menggerakan kendaraan bermotor. Hasilnya berupa biogas dengan kemurnian tinggi yang praktis, ekonomis, dan marketable. Inovasi ini sangat ramah lingkungan karena mengubah metana yang merupakan emiter karbon berbahaya menjadi sumber energi alternatif terbarukan yang mampu mengurangi pemanasan global. Biogas dapat dibuat dengan permanen berbahan bata lapis semen dengan kapasitas 3 m3, gas yang dihasilkan dimurnikan terlebih dahulu kemudian ditampung pada plastik ukuran besar.
Sumber daya energi sangat dibutuhkan berbagai sektor termasuk rumah tangga. Dalam jangka panjang, peran energi akan lebih berkembang khususnya guna mendukung pertumbuhan sektor industri dan kegiatan lain yang terkait. Meskipun Indonesia adalah salah satu Negara penghasil minyak dan gas, namun berkurangnya cadangan minyak, penghapusan subsidi menyebabkan harga minyak naik dan kualitas lingkungan menurun akibat penggunaan bahan bakar fosil yang berlebihan. Olah karena itu, pemanfaatan sumber-sumber energi alternatif yang terbarukan dan ramah lingkungan menjadi pilihan. Salah satu dari energi terbarukan adalah biogas. Biogas memiliki peluang yang besar dalam pengembangannya. Energi biogas dapat diperoleh dari berbagai air limbah, salah satunya dari peternakan sapi.
Keuntungan lainnya dari pemanfaatan energi biogas, yaitu mengurangi efek gas rumah kaca, mengurangi bau yang tidak sedap, mencegah penyebaran penyakit, serta hasil samping berupa pupuk organik. Pemanfaatan limbah dengan cara seperti ini secara ekonomi akan sangat kompetitif seiring naiknya harga bahan bakar minyak dan pupuk anorganik.
Penanganan limbah cair selanjutnya adalah netralisasi limbah dengan penumbuhan enceng gondok pada bak penampungan aerob dengan kedalaman sekitar 50 cm. Proses ini bermanfaat untuk menjernihkan limbah cair dan menurunkan kadar cemaran limbah cair yang belum terurai pada proses an aerobik. Tahap selanjutnya adalah mengalirkan limbah cair ke bak kontrol yang ditumbuhi tanaman azola sebelum dialirkan ke sungai. Budidaya tanaman azola ini dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bahan pakan ikan patin karena tanaman ini mengandung protein tinggi sehingga dapat mengurangi penggunaan pakan pellet yang pada akhirnya dapat menekan biaya produksi.
Sumber: http://cybex.pertanian.go.id/artikel/100624/memanfaatkan-limbah-cair-peternakan-sapi/
Recent Comments